Minggu, 02 November 2014

Risalah Islami



Menuntut Ilmu


Oleh :   MISDIANTO, S.Pd
Guru SMA Negeri Plus Provinsi Riau


            “Menuntut ilmu itu hukumnya wajib bagi setiap muslim, waktunya adalah dari buaian ibu (bayi), sampai masuk liang kubur” (Hadits Rasullulah SAW).

            Dari bunyi hadits di atas, sangat jelas sekali perintahnya, bahwa dalam Islam menuntut ilmu hukumnya adalah wajib. Artinya adalah, jika dikerjakan dan dilaksanakan kita akan mendapat pahala dan jika diabaikan atau tidak dilaksanakan kita akan mendapat dosa. Jadi, kita sebagai seorang Muslim, marilah memanfaatkan kesempatan hidup yang diberikan oleh Allah SWT untuk menyegerakan menuntut ilmu yang benar. Benar dalam artian, sesuai dengan Alquran dan Hadits Shahih dari Rasullulah SAW agar kita memperoleh petunjuk dan kebenaran. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang muslim yang beruntung kelak jika kita mati. Hal ini dipertegas oleh sebuah kata pepatah bahwa kesempatan baik itu jarang sekali yang datang dua kali.
            Waktu untuk menuntut ilmu ialah sejak manusia di lahirkan dan berakhir pada saat manusia meninggal dunia. Orang Barat menyebutnya “Long Life Education” (pendidikan seumur hidup). Orang yang menuntut ilmu akan diberikan pahala yang sangat besar, seperti sabda Rasullulah SAW  yang terdapat dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh muslim, Abu Daud, Tirmidzi, dan lain-lain dari sahabat Abu Hurairah yang artinya: “Barangsiapa berjalan di suatu tempat guna menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.”
            Perintah menuntut ilmu tidak dibedakan antara laki-laki dan perempuan. Hal ini terdapat dalam hadist Nabi Muhammad SAW yang berbunyi: “Menuntut ilmu adalah fardhu bagi tiap-tiap muslim, baik laki-laki maupun perempuan” (HR. Ibnu Abdulbari). Dari hadist tersebut, kita memperoleh pengertian bahwa Islam mewajibkan pemeluknya agar menjadi orang yang berilmu, berpengetahuan, mengetahui segala kemashlahatan dan jalan kemanfaatan, menyelami hakikat alam, dapat meninjau dan menganalisis segala pengalaman yang didapati oleh umat yang lalu, baik yang berhubungan dangan ‘aqaid dan ibadat. Atau baik yang berhubungan dengan soal-soal keduniaan dan segala kebutuhan hidup. Hal yang paling di harapkan dari menuntut ilmu ialah terjadinya perubahan pada diri individu ke arah yang lebih baik yaitu perubahan tingkah laku, sikap dan perubahan aspek lain yang ada pada setiap individu. Maka dari pemaparan di atas, dapat simpulkan oleh penulis bahwa menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk merubah tingkah laku dan perilaku kearah yang lebih baik, karena pada dasarnya ilmu menunjukkan jalan menuju kebenaran dan meninggalkan kebodohan.
            Dalam pandangan Islam, menuntut ilmu dianggap sangat penting. Alasannya, karena belajar dalam Islam bertujuan agar kita dapat ilmu untuk hidup di dunia dan memperoleh bekal untuk di akhirat. Hal-hal penting tentang ilmu yang harus kita pelajari nantinya akan berpengaruh dan Insya Allah dapat menjadi pegangan kita selama hidup di dunia yaitu dengan ilmu kita dapat mencari nafkah untuk kebutuhan hidup.
            Ilmu yang kita peroleh dapat disimbolkan sebagai bunga-bunga ibadah. Maksudnya, kita harus memahami untuk apa kita hidup di dunia ini. Allah menciptakan makhluknya hanya untuk beriman dan bertakwa kepada-Nya. Jadi, semua hal di dunia yang telah dan akan kita lakukan, semua ditujukan hanya pada Allah. Cara-caranya adalah dengan senantiasa melakukan perbuatan baik. Apa itu perbuatan baik? Perbuatan baik yaitu semua pikiran, perkataan dan tingkah laku yang berniat baik, dan dilakukan dengan sikap-sikap terpuji untuk menciptakan kedamaian dan keindahan dalam hidup.
            Dengan ilmu yang baik akan mencerminkan akhlah mulia. Maksudnya, bahwa ilmu mengandung tatanan-tatanan yang sistematis dan mampu membentuk karakter seseorang. Seperti apa ilmu yang dimiliki seseorang maka seperti itulah kira-kira cerminan akhlaknya. Insan muslim yang berilmu pasti akan memperlihatkan bentuk tingkah laku dan perkataan yang dapat diterima oleh akal sehat dan mencerminkan kesopanan serta pribadi yang baik. Misalnya, dalam bersikap disiplin, rajin, ramah, sopan, penyayang, suka menolong. Hal-hal tersebut merupakan sikap seorang yang memiliki akhlak baik dan berilmu. Kita sebagai umat muslim harus senantiasa meningkatkan ilmu yang kita miliki dan mengembangkannya untuk masa depan. Dengan demikian, kaum muslim dapat memberi contoh akhlak yang baik bagi semua umat manusia di muka bumi ini.
            Ilmu merupakan cahaya kehidupan bagi umat manusia. Dengan ilmu, kehidupan di dunia terasa lebih indah, yang susah akan terasa mudah, yang kasar akan terasa lebih halus. Dalam menjalankan ibadah kepada Allah, harus dengan ilmu pula. Sebab beribadah tanpa didasarkan ilmu yang benar adalah sisa-sia belaka. Oleh karena itu, dengan mengamalkan ilmu di jalan Allah SWT merupakan ladang amal (pahala) dalam kehidupan dan dapat memudahkan seseorang untuk masuk ke dalam surga Allah SWT. Dia sangat mencintai orang-orang yang berilmu, sehingga orang yang berilmu yang didasarkan atas iman akan diangkat derajatnya, sebagaimana firman-Nya yang artinya: “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” (Q.S. Al-Mujadalah: 11).
            Kebahagian di dunia dan akhirat akan dapat diraih dengan syarat memiliki ilmu yang dimanfaatkan. Manfaat ilmu pengetahun bagi kehidupan manusia, antara lain: Pertama, ilmu merupakan cahaya kehidupan dalam kegelapan, yang akan membimbimg manusia kepada jalan yang benar. Kedua, orang yang berilmu dijanjikan Allah akan ditinggikan derajatnya menjadi orang yang mulia beserta orang-orang yang beriman. Ketiga, ilmu dapat membantu manusia untuk meningkatkan taraf hidup menuju kesejahteraan, baik rohani maupun jasmani. Terakhir, keempat, ilmu merupakan alat untuk membuka rahasia alam, rahasia kesuksesan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Hal yang dijelaskan di atas, diperkuat oleh hadits nabi, yakni: “Barangsiapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka ia harus memiliki ilmu, dan barang siapa yang menginginkan kehidupan akhirat maka itupun harus dengan ilmu, dan barang siapa yang menginginkan keduanya maka itupun harus dengan ilmu” (HR. Thabrani).
            Di dalam menuntut ilmu, seseorang perlu menggunakan cara-cara yang efektif dan efisien sehingga setelah menuntut ilmunya nanti, ilmunya barokah, bermanfaat untuk dirinya, keluarganya, dan masyarakat pada umumnya. Ada beberapa adab yang perlu diperhatikan dan dilakukan oleh para penuntut ilmu, antara lain seperti: ikhlas karena Allah SWT, dalam keadaan suci, berakhlak mulia, meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat, meminta pertolongan Allah SWT, istiqomah, dan sabar.
            Akhirnya, penulis mengharapkan kita bersama untuk marilah kita senantiasa menuntut ilmu yang bermanfaat dan mengajarkan ilmu kepada orang lain sebagai sedekah. Moga kita termasuk golongan orang-orang yang selalu mendekatkan diri dalam beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT. Amin, ya Robbal Alamin. ***

Sabtu, 20 September 2014

Program Semester (Prota) bahasa Indonesia SMA Kelas x Kurikulum 2013



PROGRAM SEMESTER



 
Nama Sekolah     : SMA Negeri Plus Provinsi Riau
Kelas/ Semester   : X/ 1
Mata Pelajaran    : Bahasa Indonesia


Kompetensi Inti  :

KI 1 :
Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI 2 :
Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.

KI 3 :
Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

KI 4 :
Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.



Kompetensi Dasar
Indikator Pencapaian Kompetensi
Alokasi Waktu
Juli
Agustus
September
Oktober
Nopember
Desember

3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5
1
2
3
4
5

3.1  Memahami struktur dan kaidah teks anekdot  baik melalui lisan maupun tulisan

4.1   Menginterpretasi makna teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan
·  Pengenalan struktur isi teks anekdot
·  Pengenalan ciri bahasa  teks anekdot
·  Pemahaman isi teks anekdot
·  Makna kata, istilah, ungkapan dalam teks anekdot
·  Pemahaman isi teks anekdot
4x45 menit


























































3.2   Membandingkan teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
4.2  Memproduksi teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan
· Persamaan/ perbedaan  struktur isi  dan ciri bahasa dua teks anekdot
· Langkah-langkah penulisan teks anekdot  (mengamati, menemukan topik, dan mengembangkan sesuai dengan struktur isi dan ciri bahasa)
4x45 menit


























































3.3   Menganalisis teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan
4.3 
Menyunting teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
·   Analisis isi teks anekdot
·   Penyuntingan isi sesuai dengan struktur isi teks anekdot
·   Penyuntingan bahasa sesuai dengan: struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca
4x45 menit


























































3.4    Mengidentifikasi teks anekdot secara lisan maupun tulisan
4.4    Mengabstraksi teks anekdot baik secara lisan maupun tulisan
·  Identifikasi karakteristik teks anekdot
·  Langkah-langkah membuat abstraksi teks anekdot
4x45 menit


























































3.5  Mengevaluasi teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan

4.5    Mengonversi teks anekdot ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
·   Evaluasi struktur isi dan bahasa teks anekdot
·   Langkah- langkah konversi teks anekdot menjadi teks monolog
·   Langkah- langkah konversi teks anekdot menjadi teks drama pendek
4x45 menit


























































3.1   
Memahami struktur dan kaidah teks eksposisi baik melalui lisan maupun tulisan
4.1    Menginterpretasi makna teks eksposisi baik secara lisan maupun tulisan

·  Pengenalan struktur isi teks laporan hasil observasi
·  Pengenalan ciri bahasa  teks eksposisi
·  Pemahaman isi teks eksposisi
·  Makna kata, istilah, ungkapan dalam teks eksposisi
Pemahaman isi teks eksposisi
4x45 menit


























































3.2    Membandingkan teks eksposisi baik melalui lisan maupun tulisan
4..2   Memproduksi teks eksposisi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan
·  Persamaan/perbedaan  struktur isi  dan ciri bahasa dua teks eksposisi
·  Langkah-langkah penulisan teks eksposisi  sesuai dengan struktur isi (menentukan judul,  menuliskan klasifikasi umum, menuliskan deskripsi) dan ciri bahasa
4x45 menit


























































3.3     Menganalisis teks eksposisi baik melalui lisan maupun tulisan
4.3    Menyunting teks eksposisi sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
·   Analisis isi teks eksposisi
·   Analisis bahasa teks eksposisi
·   Penyuntingan isi sesuai dengan struktur isi teks eksposisi
·   Penyuntingan bahasa sesuai dengan: struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca
4x45 menit


























































3.4     Mengidentifikasi teks eksposisi baik secara lisan maupun tulisan
4.4    Mengabstraksi teks eksposisi baik secara lisan maupun tulisan
·   Identifikasi karakteristik teks eksposisi
·   Langkah-langkah membuat abstraksi teks eksposisi
4x45 menit


























































3.5     Mengevaluasi teks eksposisi berdasarkan kaidah-kaidah teks baik melalui lisan maupun tulisan
4.5    Mengonversi teks eksposisi ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
·      Evaluasi struktur isi dan bahasa teks eksposisi
·      Langkah- langkah konversi teks eksposisi menjadi teks monolog
·      Langkah- langkah konversi teks eksposisi menjadi teks drama pendek
4x45 menit



























































3.1   
Memahami struktur dan kaidah teks laporan hasil observasi baik melalui lisan maupun tulisan
4.1    Menginterpretasi makna teks laporan hasil observasi baik secara lisan maupun tulisan
·  Pengenalan struktur isi teks laporan hasil observasi
·  Pengenalan ciri bahasa  teks laporan hasil observasi
·  Pemahaman isi teks laporan hasil observasi
·  Makna kata, istilah, ungkapan dalam teks laporan hasil observasi
Pemahaman isi teks laporan hasil observasi
4x45 menit


























































3.2    Membandingkan teks laporan hasil observasi baik melalui lisan maupun tulisan
4..2   Memproduksi teks laporan hasil observasi yang koheren sesuai dengan karakteristik teks yang akan dibuat baik secara lisan maupun tulisan
·      Persamaan/perbedaan  struktur isi  dan ciri bahasa dua teks laporan hasil observasi
·      Langkah-langkah penulisan teks laporan hasil observasi sesuai dengan struktur isi (pernyataan pendapat, penegasan ulang pendapat, dan jumlah argumentasi) dan ciri bahasa
4x45 menit


























































3.3     Menganalisis teks laporan hasil observasi baik melalui lisan maupun tulisan
4.3    Menyunting teks laporan hasil observasi sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
·   Analisis isi teks laporan hasil observasi
·   Analisis bahasa teks laporan hasil observasi
·   Penyuntingan isi sesuai dengan struktur isi teks laporan hasil observasi
·   Penyuntingan bahasa sesuai dengan: struktur kalimat, ejaan, dan tanda baca
4x45 menit


























































3.4    Mengidentifikasi teks laporan hasil observasi baik secara lisan maupun tulisan
4.4    Mengabstraksi teks laporan hasil observasi baik secara lisan maupun tulisan
·  Karakteristik teks laporan hasil observasi
·  Langkah-langkah membuat abstraksi teks laporan hasil observasi
4x45 menit


























































3.5    Mengevaluasi teks laporan hasil observasi berdasarkan kaidah-kaidah teks baik melalui lisan maupun tulisan
4.5    Mengonversi teks laporan hasil observasi ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
·   Evaluasi struktur isi dan bahasa teks laporan hasil laporan hasil observasi
·   Langkah- langkah konversi teks laporan hasil observasi menjadi teks monolog
·   Langkah- langkah konversi teks laporan hasil observasi menjadi teks drama pendek
4x45 menit




























































































Prosem  memberikan gambaran perencanaan penyajian KD satu semester denga rincian penyajian tiap minggu dan distribusi ulangan harian. Jumlah alokasi waktu  pada prosem diisi sesuai dengan jam pelajaran efektif  yang ada pada prota.



                                                                                                                                           Pekanbaru, 19 September 2014

                          Mengetahui:
Kepala Sekolah                                                                                                              Guru Mata Pelajaran,





                   Drs. H. BASRI, M.Pd                                                                                                         MISDIANTO, S.Pd
                         Pembina Tk.I                                                                                                                 Penata Muda Tk.I
             NIP.19620528 198903 1 005                                                                                           NIP 19730304 200801 1 017