Minggu, 05 April 2015

MEMASAK NASI GORENG



MEMASAK NASI GORENG
Pada suatu malam, terdapat dua orang warga yang sedang meronda. Dua orang tersebut adalah Sopo dan Qira. Mereka sedansg melakukan giliran rondanya, dan sekarang mereka sedang berkeliling kampung.

Sopo : “Waduh, Kelihatannya kampung kita sudah aman ya.”
Qira : “Aman? Tapi kok sepi gini ya?”
Sopo : “Mungkin semua warga sudah tidur.”
Qira : “Bisa jadi.”

            Setelah lelah berkeliling kampung, mereka terlihat lapar. Kemudian mereka mampir ke warung nasi buk jojo.

Qira : “Sop
o, Aku lapar nih. Kita mampir makan – makan yok.”
Sopo : “Kebetulan ada warung buk jojo tuh. Ayo ke sana.”

             Mereka memesan 2 porsi nasi goreng spesial tanpa telur, kecap, dan bawang.

Sopo : “
buk nasi goreng spesialnya 2 porsi ya.”
Buk Jojo : “Siap.”
Qira : “lho? Kok g
ak pake telur ya buk?”
Sopo : “Iya tuh, Kecap dan bawangnya juga g dimasukin.”
Buk Jojo : “Oh iya
dek, bahan-bahan yang adek minta lagi kosong.”
Sopo : “Terus bikin nasi gorengnya gimana?”
Buk Jojo : “Sabar dek, sebentar lagi temen saya bawa bahan-bahannya.”

              Tidak sampai 1Jam, 2Jam Kemudian Teman Buk Jojo yaitu Prili yang biasa dipanggil Ncing Prili datang. Ncing Prili membawa bahan-bahan yang dibutuhkan Buk Jojo untuk Membuat Nasi Goreng Spesial.

Ncing Prili : “Assalamualaikum, Gan!”
Jo, So, Ra : “Waalaikumsalam...”
Ncing Prili : “Nih jeng, Bahan yang ente pesen sudah saya bawa.”
Buk Jojo : “Wih wih wih, baru saja dibicarakan sudah muncul saja.”
Ncing Prili : “Iya dong jeng, kan kebersiha
n sebagian dari iman.”
Buk Jojo : “Terus hubungannya apa?”
Ncing Prili : “Berhubungan dengan laparnnya kedua makhluk disebelah ente, silahkan lanjutkan proses makan memakan diantara kalian.”
Buk Jojo : “Ya sudahlah, dasar ncing Prili memang begitu orangnnya.”
Sopo : “Jadi nasi goreng kami gimana?”
Buk Jojo : “ya, tunggu sebentar. Akan saya mulai proses perubahan nasi putih menjadi nasi coklat.”

            Berhubungan dengan laparnya kedua pelanggan tersebut, merekapun membantu Buk Jojo untuk membuat nasi goreng.

Qira : “Ayo dong dek, cepetan masaknya. Sudah lafar nih. Apa perlu kami bantu?”
Buk Jojo : “ya kalo mau cepet sini bantu!”
Sopo : “Tugas kami apa?”
Buk Jojo : “Sopo, kamu potong bawang ya! Qira, kamu ambil nasi yang ada dibelakan
g ya!”
Sopo, Qira : “Siap laksanakan.”

            Sopo dan Qira telah berhasil menyelesaikan tugas mereka masing-masing.

Sopo : “Nih buk, bawangnya sudah saya potong.”
Buk Jojo : “Bagus, Sekarang kamu campurin bawang sama telur, setelah itu KOCOK-KOCOK ya.”
Sopo : “ya.”
Qira : “nih buk nasinya.”
Buk Jojo : “Taruh dimeja dulu aja.”
Sopo : “Telur sama bawangnya sudah siap buk.”
Buk Jojo : “Oke, silahkan masukan ke wajan.”
Sopo : “Tapi wajannya belum panas.”
Buk Jojo : “ya, nyalain dulu kompornya.”
Qira : “Terus ini nasinya bagaimana?”
Buk Jojo : “Masukin barengan sama campuran telur dan bawangnya.”
Sopo : “Gak ditambahkan kecap nih buk?”
Buk Jojo : “ya ditambahin lah, kamu aduk sambil masukin kecapnya sedikit demi sedikit lama-lama jadi bukit.”
Sopo : “Siap buk.”
Sopo : “Saya rasa ini sudah tercampur sempurna sempurna.”
Buk Jojo : “iya, Qira tolong ambilkan 2 piring.”
Qira : “Ini piringnya buk.”
Buk Jojo : “Terimakasih. Sisanya biar saya yang kerjakan.”
Sopo : “yakin gak mau kita bantuin?”
Buk Jojo : “ya, silahkan adek-adek tunggu di meja makan.”

            Sesampainya dimeja makan. Ncing kariak datang melapor kepada 2 orang yang meronda tersebut bahwa telah terjadi perampokan dirumah Sopo.

Ncing Prili : Sop, rumah kamu kemalingan.
Sopo : “Serius ncing? Jangan bercanda dong. Saya mau makan nih.”
Ncing Prili : “Serius lah, coba saja Lihat rumah kamu. Banyak warga yang berkumpul.”
Sopo : “Ya sudah Sah, Mari kita pergi kerumah ku.” (Dengan wajah panik)
Qira : “ayo.. ayo..”

             Mereka pun pergi dari warung Nasi Goreng Mas Alah. Untuk mengecek rumah sopo.

Buk Jojo : “Ncing Prili !!! Kemana dua orang yang tadi disini?”
Ncing Prili : “Sudah pulang Jeng... Emang kenapa?”
Buk Jojo : “Waduh.. Ini Nasi Goreng nya sudah jadi, Mereka malah Pergi...” (Wajah kecewa + Menyesal + Kesal + Marah)

Akhirnya Tupai Jatuh Juga



Judul drama                :  Akhirnya Tupai Jatuh Juga

Di ambil dari teks       : Proses Penyergapan Pelaku

Anggota kelompok      : -M.FIKRI ARNANDI (Densus 88)
                                      -FADHLA ARINY (Saksi/tetangga)
                                      -FABIAN SHADIQ PRIYANDI (Densus 88)
                                      -RIZKY DODY HERLANGGA   (Teroris)
                                      -MIFTAHUL HAYATI FITRI (Teroris)

Mandailing Natal, 2014
Pada suatu malam terjadi keributan di sebuah rumah tua. Rumah kelam yang penghuninya sangat misterius, mereka jarang keluar rumah. Tidak pernah sekalipun mereka berinteraksi dengan tetangganya. Suatu malam yang sunyi tiba-tiba menjadi malapetaka bagi penghuni rumah ini. . .

Rizky    : “Nak, sebentar lagi Bapak mau berangkat ke Bali, anak baik-baik ya disini. Jika Bapak meninggal karena jihad, relakan Bapa karena Bapa berjuang dijalan Allah. Sebelumnya biar Bapak ajarkan kau buat bom dulu lah!”
Anak    : “Baiklah Bapa, apapun yang Bapak bilang akan ku turuti.”
Rizky    : “Coba kau ambilkan dululah koran disana. Ambilkan semangkok nuklir juga ya!”
Anak    : “Ah... tak maulah aku pa! Nanti bisa meledak pa.”
Rizky    : “Bodoh kali kau, janganlah kau ragukan aku. Ambil ajalah apa yang aku suruh.”
Anak    : “Iyalah pa, ada lagi yang mau diambil pa?”
Rizky    : “Ohiya Bapak lupa, ambilkan sekantong karbon dikamar ya!”
Anak    : “Siap iya pak.”
Rizky    : “Bubar jalan.”

5 menit kemudian, anaknya kembali kehadapannya dengan tangan yang sudah penuh akan bahan-bahan untuk membuat bom.

Rizky    : “Bagus nak, persedian yang lain masih ada kan?”
Anak    : “Ada pak. Lalu selanjutnya bagaimana caranya pak?”
Rizky    : “Pertama kau buatlah dulu koran agak 15 lapis. Baru kau bentuk seperti bola-bola.”
Anak    : “Sebentar pak.”
Rizky    : “Setelah itu baru kau isi dengan satu setengah kilogram nuklir, campurkan dengan setengah kilogram karbon. Begini nak, Bismillahirrahmanirrahim. . .”

Duarrrrrrrr!!!!!!!!
Tiba-tiba sebuah ledakan terjadi. Ledakan itu menghancurkan rumah mereka menjadi puing-puing. Lala, sebagai tetangga, heran cemas sekaligus ketakutan. Langsung saja Lala menelpon polisi.

Lala     : “Halo selamat malam pak. Benar ini kantor polisi kecamatan Natalion?”
Densus : “Iya benar sekali mbak, ada yang bisa saya bantu?”
Lala     : “Iya pak ini baru saja terjadi ledakan disamping rumah saya pak. Saya takut terjadi hal-hal yang buruk pak.”
Densus : “Baiklah mbak, alamat mbak dimana?”
Lala     : “Di jalan Batakiyah no. 13 pak. Segera ya pak.”
Densus : “Siap mbak, selamat malam.”

Setibanya densus 88 di lokasi terjadinya ledakan. . .

Densus 1          : “Waaah tidak benar ini. Sepertinya ini bukan ledakan dari gas. Dicium dari               baunya, bukan. Bukan ledakan dari gas.”
Densus 2          : “Lalu bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?”
Densus 1          : ”Pertama kita geledah tempat ini dulu. Siapa dibalik semua ini. Lalu baru kita wawancarai tetangga dan mencari saksi mata. Baru kita teliti lebih lanjut lagi, dan jangan lupa untuk memberi garis polisi disekeliling rumah ini.”
Densus 2          : “Bagaimana kalau tidak ada pelakunya?”
Densus 1          : “Kita cari kemanapun dia pergi.”

Sementara itu dibelakang rumah. . .
Anak    : “Bagaimana ini pak? Densus 88 sudah berada di depan rumah kita.”
Rizky    : “Tenang dulu nak. Kita hadapi dengan tenang. Kita lari ke desa sebelah saja. Besok baru kuajak kau ke Bali.”

Ketika mereka berbalik badan, ternyata mbak Lala sudah menunggu dibelakang mereka dengan memegang sebuah pisau.

Lala     : “Haa mau lari kemana? Dasar si tetangga misterius. Ayo aku serahkan kau ke tim densus di depan.”

Sempat ingin melawan, namun hampir saja pisau itu akan menyayat urat leher Rizky.

Lala     : “Jangan macam-macam kau. Tindakan kau ini salah. Sebaiknya kau berserah diri saja.”

Tiba-tiba densus 88 mendengar keributan di belakang rumah dan menuju kesana. Alhasil mereka melihat kedua pelaku dan mbak Lala.

Lala     : “Pak, ini dia pelakunya pak. Ternyata selama ini sifat mereka sudah  mencurigakan. Proses mereka secepatnya pak.”
Densus 2          : “Waaah terimakasih banyak mbak atas bantuannya. Kami mengucapkan banyak terimakasih.”
Densus 1          : “Baiklah mbak, agar kasus ini segera selesai, kami langsung menuju ke kantor polisi dan akan mengadakan penelitian di rumah mereka. Sekali lagi terimakasih mbak.”





           

KONVERSI PROSEDUR KE NASKAH DRAMA



KELOMPOK
1. Dimas Dzaky Alhadi sebagai Petugas Pertamina
2. Maulana Dhany Erviyan sebagai Narator
3. Putri Jasmine Ramadhani sebagai Mami
4. Rizqi Hidayat sebagai Papi
5. Wan Yunita Humaira sebagai Nita

Pada suatu hari di sebuah desa terpencil, hiduplah keluarga kecil yang terdiri dari ayah, ibu dan satu anak. Suatu hari, sang anak merasa lapar dan ingin makan ayam goreng, lalu ia meminta ibunya untuk memasakkannya, kebetulan mereka baru saja mengganti kayu bakar dengan LPG.
Nita         : Ma, masakin Nita ayam goreng dong, laper nih.
Mami      : Mama capek, masak sendiri aja, kan tinggal cetek.
Nita         : Tapi kan susah maa… (menggerutu)
Mami      : Cerewet! Masak sendiri sana!
Nita         : (pergi  begitu saja dengan wajah cemberut)
Karena kesal dengan Mami-nya, Nita pergi menemui Papi-nya yang sedang berkebun.
Nita         : Papi.. masakin Nita ayam goreng dong, Nita lapeeeer..
Papi        : Nita gak liat papi lagi ngapain? (sambil tetap memotong rumput)
Nita         : Kan cuma masakin bentar papiiiii!!!!! (menghentakkan kaki kesal)
Papi        : Yaudah kan bentar, masak sendiri dong, kan kamu udah tau cara menggunakannya.
Nita         : Mami-Papi sama aja! (pergi dengan menggerutu kesal)
Nita memasuki dapur dan mengambil segala alat dan bahan untuk memasak. Lalu mencoba menghidupkan kompor gas.
Nita         : (bergumam) udah aman kan semuanya? Klem-nya sudah erat, selang-nya gak tertimpa, kompor-nya bersih (sambil memeriksa). Yaudah tinggal cetek (memutar knok)
Ketika Nita menghidupkan kompor, api-nya tidak menyala.
Nita         : Ih kok apinya gak nyala sihhhh??!!! Kan udah bener semua, alay banget nih kompor, mengkek-mengkek!!! Mana bau lagi gasnya. (Sambil berteriak) Mamiiiii!!!! Apinya gak nyalaaaaaa Miiiii!!!!!!
Baru beberapa detik Nita berteriak-teriak memanggil Mami-nya, tiba-tiba kompor mengeluarkan api yang sangat besar. Nita mematung memperhatikan api, kemudian menyadari bahwa dapurnya terbakar, dan..
Nita: MAMIIIII!!!!!! PAPIIIIIII!!!!!! AAAAAAA!!!!! KEBAKARANNN!!!!! TOLONG MAMI PAPI!!!!!!!! AAAAAAA!!!!!!
Mami dan Papi-nya datang tergopoh-gopoh.
Mami      : Hah? Api? Papiiiii!!!!! Cepat ambil lap basahh!!! Sanaaaa ambil!!! (mendorong punggung Papi)
Papi        : (mengambil sikap hormat) Siap, Mami!!!
Setelah Papi memadamkan api, mereka menelpon petugas Pertamina. Setelah menunggu beberapa menit, petugas Pertamina pun datang
Petugas  : Ada apa, Pak, Bu? Ada yang bisa saya bantu?
Mami      : Ya adalah!! Aaa sini kau sini (menggiring petugas ke dapur) kau tengok dapur kami ini, sudah gosong semua akibat LPG kau itu.
Nita         : Iya nih, padahal Nita udah ngecek semuanya sebelum nyalain kompor-nya, kok bisa terbakar sih?
Petugas  : Yakin sudah dicek semua? Coba saya cek sini. (petugas memasuki dapur dan memeriksa kompor gas). Oh saya tau kenapa, pasti tadi ketika knok nya dinyalain, apinya tidak menyala dan kamu membiarkannya pada posisi ON, dan tadi ada tercium bau gas juga, kan?
Nita         : Nah, trus tadi harusnya aku gimana?
Petugas  : Seharusnya ketika apinya tidak menyala, kamu memutar kembali knok nya pada posisi OFF dan segera mengganti tabung gasnya. Bau yang tercium menandakan bahwa tabung gas sudah hampir habis dan tidak bisa digunakan lagi.
Nita         : Semuanya karena Mami-Papi gak mau masakin buat Nita niiiih (tidak mau disalahkan)
Petugas  : Oh jadi kamu tadi masak sendiri? Sebaiknya orang tua mengawasi anaknya ketika dia akan memasak.
Mami      : Iya deh lain kali kami bimbing dia.
Papi        : Sudah, sudah! Petugas, ganti saja tabung gas nya, Pak.
Petugas  : Baiklah, Pak, lain kali hati-hati, ya.. oh iya begini cara mengganti tabung dengan baik dan benar Pak. Pertama, lepaskan segel plastik dan cek cincin karet (seal) pengaman. Kemudian pasang regulator, lalu putar knopnya searah jarum jam. Lalu pasang ujung satu lagi dikompor. Ketatkan dengan klem, pastikan selang terpasang dengan erat (sambil mempraktekkan)
Papi        : Oh begitu.. Terimakasih banyak ya, Pak..
(iklan)
Dimas dan Dhany : INGAT! Jangan menghidupkan kompor saat tercium bau LPG bocor dan segera ganti tabung gas jika sudah habis.

DRAMA " SERABI"



Serabi
Pemain          :
·        Arfigo            Prayogi         : Pak RT
·        Daffa R.A                  : Anak
·        Nurul Fz.                   : Ibu
·        Reka Hayati H.        : Pemilik warung
·        Rico P.                       : Pedagang Nakal

Pada suatu hari, di daerah padat penduduk terdapat warung yang didatangi pedagang nakal. Pedagang tersebut meminta agar barang dagangannya dapat dijualkan di warung tersebut.

Pedagang nakal      : “ Selamat Pagi, Bu!”
Pemilik Warung      :” Pagi! Oh ya ada, Pak?”
Pedagang nakal      :”Saya mau meletakkan barang dagangan saya      di warung ini, Mbak”
Pemilik warung       :”Iya pak, barang apa pak?”
Pedagang nakal      :”Kue serabi, Bu”
Pemilik warung       :”kok berwarna gini pak?”
Pedagang nakal      : (cemas)      “agar terlihat menarik bu”
Pemilik warung       :” baiklah pak”
      Siang hari, Daffa setalah bermain bersama   kawannya,merasalapardan pergi ke warung untuk membeli jajanan.

                        Daffa                          :” bu, beli kuenya”
                        Pemilik warung       :” yang mana nak?”
                        Daffa                          :” yang warna warni ini bu”
                        Pemilik warung       :” berapa ?”
                        Daffa                          :” 2 bu, terimakasih bu”
Setelah memakan jajanan tersebut, Daffa pulag kerumah. Beberapa saat kemudian Daffa mengeluh kepadan ibunya tentang rasa sakit di perutnya.
Daffa :”buu, perut Daffa sakit bu”
Ibu      :” Kenapa nak?”
Daffa  :”Nggak tau bu, Daffa barusan memakan kue berwarna warni”
Ibu      :” Dimana belinya?”
Daffa  :” Di warung bu Rahmah bu”
Ibu      :” Ayo kita ke sana”
Sesampainya di warung bu Rahmah, ibu Daffa marah kepada bu Rahmah.
            Ibu                              :”bu, gimana sih!anak saya kok bisa sakit perut?”
            Pemilik warung       :”gak tau saya bu, Daffa makan makanan titpan   orang”
            Ibu                              :” Pokoknya saya tidak mau tahu, anda harus ganti rugi”
            Pemilik warung       :” Yang penting saya tidak mau tanggung jawab”
Ketika sedang ibu ibu sedang ribut-ribut datangla pak RT.
            Pak RT                       :”Ada apa ini ribut ribut?”
            Ibu                              :” Gak ada pak. Ibu ini tidak mau tanggung jawab. Anak saya makan kue yang dibeli di sini langsung sakit perut”
            Pemilik warung       :”saya tidak tau pak. Ini makanan titipan orang”
Pak RT                       :” Yaudah kalau pilih makanan itu ( Pak RT menjelaskan cara memilih makanan yang baik dan benar)
Pedagang nak pergi ke warung untuk mengecek dagangannya.
            Pemilik warung       :” pak ini dia orang yang menitipkan makanannya”
            Pak RT                       :” kamu ini kalau mau cari untung harus pikir kesalamatan orang. Mau kamu tanggung jawab ? ayo ikut saya”
Mereka pun membawa pedagang nakal ke kantor polisi